Postingan

Kamu..... ( puisi )

Bagai sebuah duri, sakitnya hati ini Bagai secerah matahari, senyumnya pada bibir ini Bagai indahnya pelangi, pesonanya terlihat pada mata ini Dan bagai sebuah hujan, basahnya dapat juga kurasakan pada mata ini Ketika angin menghampiri, melayangkan dan membawa pergi Aku terhanyut akan kenyamanan Ketika badai menerjang, rasanya tak dapat ku kendalikan Ketika hujan menerpa, lengkap lah sudah semua asa Kamu adalah kata yang sering ku ucap Kamu adalah senyuman bagi bibir ini Kamu adalah pesona dalam mata ini Dan kamu adalah tangisan juga kebahagiaan yang kurasakan Lantas, apakah bisa jika senyum, tawa, juga bahagia kurasakan? Tanpa sedikitpun terselip kesedihan Jelasnya kamu yang membawa semua rasa itu Tapi kamu lah juga yang bisa membawa pergi hati ini Jadi kumohon tetap tinggal agar kebahagiaan ku rasakan Tak peduli dengan kesedihan, karena itu hanyalah selipan kecil pada kebahagiaan

Berharap waktu berputar...(puisi)

Semakin ku mengenalmu, rasa sakit ini bertambah Semakin ku menjauh, rasa rindu ini membesar Aku ingin melupakanu namun tak bisa Aku ingin menjauhi namun ku tak mau Aku ingin melepaskanmu sepenuhnya namun ku tak rela Karena aku masih menyayagimu, jadi aku harus bagaimana? Berlarut pada kesakitan? Menjauh penuh kesedihan? Atau terdiam bingung pada kehampaan? Kamu ingin lepas tapi aku selalu berusaha menggenggam Kamu ingin lari namun aku selalu menjadi penghalang Kamu ingin bebas namun aku bagai sebuah sangkar Itu semua karena aku masih peduli dan ingin kita kembali Jika waktu bisa kembali Aku ingin berlari Menggenggam mu dengan erat Memberimu pelukan hangat Terus tersenyum manis padamu Tak akan kubiarkan kau pergi Terlebih menyakitimu, itu semua tak akan terjadi

Manusia..(puisi)

Kehidupan oranglain terlihat menyenangkan Terlihat lebih berwarna.... Terlihat lebih bahagia...... Tapi kau tak penah tahu masalah yang pernah melandanya Banyak diluar sana... Memandang kehidupan hanya permainan Bersenang saat kesusahan Tak memikirkan nasibnya seorang Dan tak memikirkan akhiran Hanya seonggok daging Yang mempunyai nama namun selalu kebingungan Berjalan selalu salah arah Tidak memiliki keteguhan Terombang-ambing layaknya diterpa angin Selalu kebingungan untuk mencari tujuan Hidupnya sendiri yang selalu ia siakan.....

Kenangan dan penyesalan...(puisi)

Yang ku inginkan cerita manis kisah kita Namun yang tersisa hanya derai air mata Menahan tapi tak bisa Menyesal terlambat semua Rasa rinduku berujung kesendirian Dan dunia seakan tlah tenggelam                                                            Memandangi mu dari kejauhan                                                            Mengingat sebuah kenangan...                                                                 Terdiam.....                     ...

Panggilan hati untuknya (puisi)

Purnama... Bisakah kau katakan kalau aku menunggunya Ku tak akan berpaling hati darinya Ku mampu lewati malam panjang tanpanya Dan menahan kerinduan yang begitu menyiksa Hingga ia dapat mendengar dan sadar akan kehadiranku Kembali memeluk dan mencintaiku seperti dulu seperti tidak ada orang lain selain dirku... Angin... Hembuskan suaraku padanya Suara terdalam dari isi hati ini Suara yang hanya bisa didengarnya Dan tak akan bisa membohongi hatinya sendiri... Waktu.... Putarlah dirimu ke masa lalu Ku berjanji tak akan menyiakannya Ku merasa sedih pergi darinya Dan jangan kau rubah dirimu ke masa depan Karena aku tak mau kehilangannya Hal itulah yang paling menyakitkan.....

Terbelenggu pada kenangan....(puisi)

Genggam jantungku dan teruslah begitu Hingga kau lelah dan melepaskannya Selama ia masih berdetak, sebanyak itulah aku merindukanmu Hingga kau sadar dan memahaminya... Kutemui lagi warna jingga ini Dimana senja menghiasi hari Bukan malam bukan siang Namun ini membuatku senang Teringat akan kita disini Dulu selalu bersama dikala senja Kenangan ini membunuhku Menyakiti setiap kenangan di ingatanku Teringat padamu lagi Dirimu yang telah pergi... Aku bingung, gelisah tak menentu... Hingga angin dapat membebaskan Akankah aku terus terkurung??... Membelenggu pada ingatan Dimana aku selalu berlarut kesedihan... Tak dapat beranjak dari kesedihan Kini bisakah kau bayangkan? Rapuhnya aku yang kau tinggalkan...

Topeng dibalik senyuman (puisi)

Rembulan malam benderang Dimana hatiku tidaklah senang Bintang bertebaran... Dimana aku sedang kegelisahan Dimana sebuah keadilan? Hanya terlihat sebelah mata Desiran ombak menghayutkan Dan diriku hanya mampu terdiam Membisu menatap langit Memandang dikesendirian Terdiam didalam kesal Semuanya hanya bisa ku pendam Katakanlah aku tertawa Namun nyatanya menangis dalam diam Katakanlah aku bahagia Namun nyatanya aku menderita Siapa kalian yang hanya bisa berkata? Tanpa pernah sekalipun merasa...